Selasa, 02 Juli 2013

MENGENAL TUHAN (Hosea 6:1-6)


“Tak kenal maka tak sayang,” satu pepatah yang mengandung makna bahwa ketika kita tidak mengenal seseorang maka tidak mungkin kita bisa mengasihi orang tersebut karena kita tidak mengetahui apapun tentang orang tersebut. Perkenalan membuat kita jadi akrab dan tahu apa yang menjadi keinginan orang itu. Hal itu juga berlaku bagi orang yang percaya terhadap Tuhan. Untuk tahu siapa dan apa yang menjadi kehendak Tuhan, maka kita harus mengenal-Nya. Mengenal Tuhan adalah kebutuhan manusia.

1.  Bagaimana Cara Mengenal Allah?
Dari dulu manusia ingin mengenal Allah secara fisik sehingga manusia menggunakan berbagai cara untuk bisa mengenal-Nya, salah satu cara yang dipakai manusia adalah membuat patung untuk disembah (Ulangan 4:15-17; Roma 1:23). Cara ini tidak menyenangkan Allah karena Allah itu Roh dan tidak bisa disamakan dengan ciptaan yang lain, sehingga Dia harus disembah dalam roh dan kebenaran (Yoh. 4:24). Untuk mengenal Allah bukanlah dengan cara mempersonifikasikan Allah dalam wujud patung atau benda yang lain, karena Allah telah memberi manusia cara untuk mengenal-Nya, yaitu:

    a.  Melalui ciptaan / alam semesta (Maz. 19:2,3)
Manusia dapat mengenal Allah melalui buah karya-Nya di alam semesta ini. Dikatakan bahwa melalui langit dan cakrawala (alam semesta) manusia dapat melihat keagungan dan kemuliaan Tuhan dan mengetahui bahwa betapa hebatnya Tuhan itu.

b.  Melalui Firman-Nya
Alkitab begitu jelas mencatat mengenai siapa Allah itu. Melalui Alkitab kita bisa mengetahui apa yang menjadi kehendak Allah dan apa yang tidak dikehendaki-Nya. Itu sebabnya kita harus mempelajari dan mendalami Firman-Nya sehingga kita bisa lebih mengenal Allah dan lebih dekat dengan-Nya.

2. Akibat Mengenal Allah
Jika seseorang dengan sungguh-sungguh mau mengenal Allah maka ia memperoleh janji dan berkat terbaik dari Tuhan (ay. 3).
     a.  Allah akan muncul seperti fajar dalam kehidupan orang yang mengenal-Nya.
              Fajar berbicara mengenai pertolongan dan harapan hidup (Yes. 58:8). Semua manusia ketika berada dalam kegelapan pasti mengharapkan terang karena dalam kegelapan manusia tidak dapat melakukan apa-apa. Hanya orang yang tidak punya keinginan dan tujuan hidup yang tidak mengharapkan fajar. Dalam hidup orang yang sungguh-sungguh mengenal Allah, Dia akan selalu ada untuk memberi pertolongan ketika umat-Nya berada dalam kesulitan dan masalah.

     b.  Allah akan datang seperti hujan (ay. 3)
             Hujan berbicara mengenai berkat (Yeh. 34:26-29).  Hujan juga berbicara mengenai kemakmuran (Kis. 14:17). Orang yang sungguh-sungguh mengenal Allah akan memperoleh berkat-berkat yang berkelimpahan sesuai janji Tuhan. Allah juga akan memberkatinya dengan kemakmuran dalam hidupnya.

Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang sungguh-sungguh mengenal-Nya. Tuhan akan melimpahkan berkat-Nya, dan Dia akan memberikan pertolongan pada waktunya. Allah berkata, “Carilah Aku, maka kamu akan hidup! (Amos 5:4). Karena itu saudara-saudara, marilah kita sungguh-sungguh mencari dan mengenal Tuhan agar kita bisa lebih dekat kepada-Nya.


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar