Selasa, 23 Juli 2013

Hidup Saleh (2 Petrus 1:3-11)


Ada orang-orang yang beranggapan bahwa hidup saleh, hidup kudus di zaman sekarang merupakan sesuatu yang mustahil. Tidak mungkin hidup kudus di tengah-tengah situasi yang penuh dengan kejahatan dan kerusakan moral. Tetapi pembacaan Firman Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa setiap orang percaya bisa hidup saleh / kudus!! Hidup saleh adalah suatu kehidupan yang mewujudkan karakter Kristus.

1. Mengapa orang-orang percaya bisa menjalankan hidup saleh?
Ada 2 alasan mengapa orang-orang percaya bisa hidup saleh :
A.  Karena Allah telah mengaruniakan segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh (ay. 3).
        Orang-orang percaya diingatkan kepada kekayaan rohani yang luar biasa yang Allah berikan kepada umat-Nya dengan iklas agar mereka hidup saleh. Segala keperluan yang dibutuhkan untuk hidup saleh sudah diberikan.
B.  Karena Allah telah menganugerahkan janji-janji yang berharga dan sangat besar untuk hidup saleh (ay. 4). Kata menganugerahkan maksudnya melengkapi, menghiasi dengan harta.

Allah bukan saja memberikan segala sesuatu yang berguna tetapi dihiasi / dilengkapi dengan janji-janji yang berharga dan sangat besar agar umat yang dikasihi-Nya dapat hidup kudus. Ini menunjukkan Allah sangat serius dan sungguh-sungguh mempedulikan pertumbuhan rohani anak-anak-Nya sehingga Ia memberikan semua fasilitas dan kebutuhan untuk hidup kudus.

2. Bagaimana cara orang percaya mewujudkan hidup saleh itu?
Hidup saleh / kudus dapat dijalankan oleh orang-orang percaya dengan mengembangkan 7 sifat baik yang dimiliki Kristus dalam kehidupan sehari-hari (ay. 5-7), yaitu kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara-saudara, kasih akan semua orang.

Ayat 5 menunjukkan bahwa kita harus memberikan respon yang serius karena dari pihak Allah juga sangat serius. Kita diperintahkan untuk menunjukkan sifat-sifat baik tersebut dengan sungguh-sungguh berusaha. Apabila kita sungguh-sungguh melakukannya, kita dapat menjadi orang-orang yang menang dan berbuah secara rohani di hadapan Allah. Sifat-sifat kesalehan tersebut tidak bertumbuh secara otomatis tanpa usaha kita yang tekun untuk mengembangkannya. Kita harus terlibat secara aktif dan sungguh-sungguh berusaha atau berusaha dengan sekuat-kuatnya.

3. Keuntungan yang diperoleh (ay. 8-9)
Ketika kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk hidup saleh, ada keuntungan yang dapat kita peroleh :
1. Kita menjadi giat dan berhasil dalam pengenalan akan Tuhan.
       Orang yang bertambah sempurna dalam perilaku   hidup akan mengakibatkan pengertian, pengetahuan dan pengenalannya akan Kristus makin matang.
2. Kita diberikan hak penuh untuk masuk dalam Kerajaan Surga.
       Orang-orang yang tetap kokoh dalam kekudusan / kesalehan akan disambut dengan penuh hormat dalam kerajaan-Nya, seperti Stefanus (Kis 7:55-56) dan Rasul Paulus (2 Tim 4:7-8,18).

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar