Rabu, 24 Juli 2013

Berjalan Mengikut Yesus (Markus 10:28-30)


Kekristenan bukanlah sebuah agama atau suatu model pengajaran, tetapi kekristenan lebih kepada suatu gaya hidup yang berorientasi kepada satu pribadi yang bernama Yesus Kristus. Jika kita mengatakan bahwa hidup kita berorientasi kepada Kristus dan kita adalah pengikut-Nya maka kita wajib hidup sama seperti Kristus hidup (1 Yoh. 2:6). Banyak orang yang mengatakan bahwa dia adalah pengikut Yesus (Kristen) tetapi pada kenyataannya hidupnya bertolak belakang dengan hidup Kristus. Karena itu jika kita mengklaim diri kita adalah pengikut Yesus maka kita harus mengikuti jejak-jejak Yesus.

Lalu apa arti/makna sesungguhnya mengikut Yesus dan apa dampaknya bagi kita?

1. Arti  kata “Mengikut”
Arti kata mengikut dalam bahasa Indonesia adalah turut serta dengan seseorang, mengiring dan menyertai orang tersebut. Makna yang lain yang lebih dalam adalah memperhatikan gerak gerik seseorang, mempelajari gaya hidupnya dan meniru atau ikut melakukan sesuatu yang orang tersebut lakukan.
Dalam budaya Timur Tengah, seorang murid secara harafiah akan berada di belakang gurunya baik waktu berjalan maupun waktu menunggang keledai. Sangatlah tidak sopan bagi seorang murid untuk berjalan di sebelah gurunya apalagi berada di depan. Dan dalam pemikiran umat Israel di zaman Perjanjian Lama, mengikuti seseorang berarti mengiringi, menaati, mencintai, menyerahkan dan mengabdikan diri pada orang yang diikuti. Contoh Elisa (1 Raja 19:19-21).

Jadi jikalau kita mengatakan seseorang sedang mengikut Yesus maka itu berarti orang tersebut sedang mengabdikan dirinya dengan penuh penyerahan diri, kasih dan ketaatan kepada Yesus. Dia akan melakukan apa yang Yesus lakukan dan menjauhi apa yang Yesus tidak lakukan. Pernyataan Petrus dalam pembacaan kita (ayat 28: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!”) dilatarbelakangi oleh pemikiran seperti itu.

Menarik untuk disimak bahwa kata “meninggalkan” yang digunakan oleh Petrus ditulis dalam bahasa Yunani yang menggunakan keterangan waktu yang menunjuk kepada suatu perbuatan yang dilakukan sekali tetapi berlaku untuk selamanya. Sedangkan kata “mengikut” ditulis dengan menggunakan keterangan waktu yang menunjuk kepada suatu perbuatan yang dilakukan terus sebagai suatu proses yang panjang dan berlangsung terus. Petrus dan murid yang lain telah meninggalkan keluarga dan seluruh harta mereka dan tidak akan kembali lagi ke masa lalu mereka. Mereka akan terus mengikuti Yesus dan mengabdikan hidup mereka kepada Yesus.

Dalam pengabdian mereka itu, muncul sebuah pertanyaan di mana Petrus seolah-olah sedang berkata : kami sudah mengabdikan hidup kami sepenuhnya kepada-Mu lalu bagaimana dengan masa depan kami? Apa yang akan kami peroleh? (ayat 28: Mat 19:27). Yesus paham dengan pikiran Petrus dan mungkin saja murid2 yang lain. Kemudian Yesus menjawab dengan pernyataan2 yang mengandung pengharapan akan dampak atau akibat atau hasil mengikut Dia.

2.  Dampak / Hasil Mengikut Yesus
a.  Perubahan diri sendiri / kehidupan (ay. 29,30a).
Ketika kita mengikut Yesus, mungkin kita akan ditolak oleh keluarga kita, namun kita akan memperoleh keluarga yang baru yaitu keluarga Allah. Keluarga yang semula diartikan sempit, kini memperoleh pengertian yang luas: ayah ibu yang baru, saudara2 yg baru, anak yang baru. Dan hal ini terjadi / digenapi dalam gereja mula-mula.
Perubahan lain, orientasi hidup yang dulunya kepada diri sendiri beralih ke kalangan yang lebih luas di luar diri sendiri. Kecenderungan memiliki dan mengumpulkan harta menjadi kesediaan melepas harta. Yang kita kejar bukan lagi kesuksesan melainkan ketaatan. Dan yang mendominasi pikiran kita bukan lagi kehendak kita melainkan kehendak Bapa.

b.   Kesulitan / Masalah / Penganiayaan (ay. 30b)
 Yesus selama di dunia ini tidak pernah mengumbar janji-janji manis dan kemudahan bagi setiap orang yang mengikut Dia. Sebaliknya, Yesus malah menunjukkan akibat-akibat yang akan diterima. Berkali-kali secara terang-terangan Yesus menegaskan bahwa jalan hidupnya berisi banyak penderitaan. Itu pulalah yang akan dialami setiap orang yang mengikut Dia.
 Berjalan di belakang Yesus tidak hanya ada senyum dan tawa tetapi akan ada lebih banyak air mata, bahkan terkadang ada ketakutan dan rasa was-was. Yesus tidak pernah mengiming-imingi pengikut-pengikut-Nya dengan hal-hal yang indah saja atau keuntungan-keuntungan besar, sebaliknya Dia mengatakan: pengikut-Nya akan dibenci (Mat. 10:22); pengikut-Nya harus menjual harta dan membagi-bagikannya kepada orang lain (Mrk 10:21) dan bahwa Yesus selama hidup di dunia ini Dia hidup dalam penderitaan (Luk. 9:58). Namun setelah berhasil melewati semua masalah dan penderitaan, Yesus menjanjikan sesuatu yang sangat indah.

c.   Hidup Kekal (ay. 30 c)
 Inilah keuntungan besar dan janji yang sangat indah yang tidak ada bandingnya yang didapatkan oleh setiap pengikut Yesus. Kehidupan kekal dan kebahagiaan kekal bersama dengan Yesus di surga. Hidup kita di dunia ini bukanlah tujuan akhir kita karena tujuan akhir hidup kita adalah kekekalan. Kita tidak berasal dari dunia karena kewargaan kita yang sebenarnya adalah surga kekal.

Marilah kita terus menjadi pengikut Kristus yang sejati. Itu semua bukan tanpa resiko tetapi jangan takut Yesus berjanji untuk terus menyertai kita sampai akhir zaman.





Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar